Friday, June 3, 2011

Senyum

Ramai-ramai, tapi kau berpasangan dan dia juga. Aku banyangan yang menyelip diantara kerumunan, seluruh inderaku siaga satu. Ikut tertawa, ikut bernyanyi, walau terkadang mata melirik ke pojok. Senyummu, senyumnya dan senyumnya memiliki arti yang sama. Bukan, bukan karena mabuk cinta. Hanya sebatas suka. 

Hembusan angin, membuatku berpaling. Ia berbisik lalu mengelus wajah. Senyumku memiliki arti yang berbeda. Bukan karena cinta ataupun suka. Tapi karena terluka setelah menyaksikan ulahmu. Suka atau tidak, aku memilihmu untuk bermain denganku. Tidak hanya sekedar permainan rumit dan dramatis. Yang kalah akan menanggung rasa sakit luar biasa. Jadi, hapuslah senyummu karena artinya sudah berbeda dengan mereka.