Thursday, December 23, 2010

Bocah

Tawanya riang, sambil merangkak ia mendekatiku. Kami bermain tiada henti. Untuk balita seumurnya, dia termasuk energik, tenaganya tidak pernah habis. Ibunya datang membawa sebotol susu, sudah waktunya untuk si kecil tidur. Ketika ia telah terlelap, Mbak Sari menghampiriku.


Aku percaya ama kamu ndok, kamu pinter ngurus bocah. Kamu udah aku anggep keluarga sendiri


Aku hanya duduk diam disampingnya, memandangi lantai kusam. Ia tidak tahu bahwa aku harus banyak latihan untuk menjadi ibu yang baik. Walau baru tiga bulan mengandung, aku yakin anakku tidak akan jauh berbeda dengan anaknya, terutama karena mereka satu bapak. 

Guru

Ku selipkan mobilku diantara mobil-mobil lain di parkiran yang sempit ini. Anak-anak mengenai seragam mulai berlarian dan tertawa. Mereka yang masih duduk di bangku SMU menggerombol di pinggir aula.  Bell berbunyi, ku percepat langkahku menuju kelas multimedia. Kenapa aku memilih jadi guru? sudah jelas anak-anak setan kaya ini tidak bisa diatur. Otak mereka sudah terkontaminasi dengan material dan popularitas. Ah, tak apa, justru untung buatku. Karena pada malam hari mereka masih memencet nomorku untuk membeli beberapa barang jualanku. 

Beep... Beep...

Tertanya tidak perlu tunggu sampai malam, mereka sudah mencariku sekarang. Aku menyambut SMS dilayar handphoneku dengan senyum terindah.

"Pak, ada E gak?"

Binatang

Dia berjanji akan membawa saya ke kebun binatang. Mungkin dia pikir itu bisa menjadi salah satu tanda terima kasih karena saya setia dan sabar membersihkan seluruh rumahnya. Dia juga akan mengajak adik-adiknya dan pekerja lainnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan. Dia belum juga menepati janjinya. Saya tau dia sibuk dengan kuliahnya. Tapi sebenarnya saya ingin sekali bertemu binatang liar. Minggu pagi itu, saya bulatkan niat untuk mengirim sms kepada seseorang yang tinggal dibalik dinding kamar saya.

Hal terakhir yang saya sadari, ada harimau besar diseberang sana dan ada laki-laki berkeluarga disamping saya. Ia rela meninggalkan istrinya untuk menemani saya bertemu binatang. Apa ini salah? Menurut saya tidak. Istrinya pantas dikurung di rumah majikan kami. Semua masuk logika, kecuali pada bagian dimana saya merasa menjadi binatang terliar dikebun ini.