Dia berjanji akan membawa saya ke kebun binatang. Mungkin dia pikir itu bisa menjadi salah satu tanda terima kasih karena saya setia dan sabar membersihkan seluruh rumahnya. Dia juga akan mengajak adik-adiknya dan pekerja lainnya.
Hari demi hari, bulan demi bulan. Dia belum juga menepati janjinya. Saya tau dia sibuk dengan kuliahnya. Tapi sebenarnya saya ingin sekali bertemu binatang liar. Minggu pagi itu, saya bulatkan niat untuk mengirim sms kepada seseorang yang tinggal dibalik dinding kamar saya.
Hal terakhir yang saya sadari, ada harimau besar diseberang sana dan ada laki-laki berkeluarga disamping saya. Ia rela meninggalkan istrinya untuk menemani saya bertemu binatang. Apa ini salah? Menurut saya tidak. Istrinya pantas dikurung di rumah majikan kami. Semua masuk logika, kecuali pada bagian dimana saya merasa menjadi binatang terliar dikebun ini.