Thursday, December 23, 2010

Guru

Ku selipkan mobilku diantara mobil-mobil lain di parkiran yang sempit ini. Anak-anak mengenai seragam mulai berlarian dan tertawa. Mereka yang masih duduk di bangku SMU menggerombol di pinggir aula.  Bell berbunyi, ku percepat langkahku menuju kelas multimedia. Kenapa aku memilih jadi guru? sudah jelas anak-anak setan kaya ini tidak bisa diatur. Otak mereka sudah terkontaminasi dengan material dan popularitas. Ah, tak apa, justru untung buatku. Karena pada malam hari mereka masih memencet nomorku untuk membeli beberapa barang jualanku. 

Beep... Beep...

Tertanya tidak perlu tunggu sampai malam, mereka sudah mencariku sekarang. Aku menyambut SMS dilayar handphoneku dengan senyum terindah.

"Pak, ada E gak?"