Thursday, December 23, 2010

Bocah

Tawanya riang, sambil merangkak ia mendekatiku. Kami bermain tiada henti. Untuk balita seumurnya, dia termasuk energik, tenaganya tidak pernah habis. Ibunya datang membawa sebotol susu, sudah waktunya untuk si kecil tidur. Ketika ia telah terlelap, Mbak Sari menghampiriku.


Aku percaya ama kamu ndok, kamu pinter ngurus bocah. Kamu udah aku anggep keluarga sendiri


Aku hanya duduk diam disampingnya, memandangi lantai kusam. Ia tidak tahu bahwa aku harus banyak latihan untuk menjadi ibu yang baik. Walau baru tiga bulan mengandung, aku yakin anakku tidak akan jauh berbeda dengan anaknya, terutama karena mereka satu bapak.