Jam 3! Aku harus bertemu Buntel. Langsung cepat-cepat mencari sandal di tumpukan sepatu. Sebenarnya mudah karena sandalku paling kecil dan berwarna-warni. Tetapi karena kebiasaanku untuk menendang sandal tanpa melihat arah, selalu menjadi masalah. Sepedaku ada didekat pintu garasi, jadi tidak perlu mencari-cari. Aku mengayuh melewati beberapa rumah, berbelok ke kanan dan itu dia! Sepeda Buntel sudah terlihat dari jauh. Ku turun dari sepeda dan lari menghampiri temanku.
"Maaf ya Buntel, aku telat!"
"Pasti karena sandalmu? Tapi tidak apa-apa, kau hanya telat..."
Ia melihat jam pemberian ibunya. Memaju mundurkan kepalanya, mengangkat jarinya satu persatu, matanya memutar-mutar keatas. Persis seperti anak sedang belajar matematika. Tapi aku tahu, Buntel hanya bisa membaca jarum kecil.
"Tidak terlalu lama."
Kita mulai mencari siput disepanjang jalan. Ketika sudah terkumpul, kita lempar ke sungai. Berharap mereka bisa berenang ke laut dan memulai hidup baru disana.