Sunday, November 18, 2012

Permainan

Benci! Sebenci-bencinya! Lebih rendah dari tahik, lebih rendah dari sampah. Bajingan! Sebajingan-bajinganya! Dia yang membuat kedua kakiku bergetar selama perjalanan pulang.


Beberapa saat yang lalu ada lampu remang-remang didalam ruang. Induk dan anak kucing meliuk-liuk manja di pojok. Dia yang menggundang aku duduk dipangkuannya.


“Kita ngefuck yuk?”


Dengan santai kata-kata itu keluar dari mulutnya. Sorot matanya seperti orang sange ditengah-tengah giting. Hati langsung setuju, tetapi mulut tertawa. Lalu membuat perdebatan mengenai tempat. Disengaja, biar tidak terlihat murah.


Kali ini hanya dia yang mendesah keras. Memang itu intinya. Biarkan dia yang menikmati. Mudah-mudahan kali ini perasaannya bisa naik ke hati.